Untitled Document

| Home | Testimonial | About Us | Bonus & Kerjasama | Order | Reseller | News | Member Area | Contact Us |

Direkomendasikan Oleh : Etika Nailur Rahma - Jakarta

“Banyak orang yang mengeluh dan menggerutu sehingga ingin meletakkan jabatan dan memulai usaha sendiri, tetapi di saat yang sama mereka takut kehilangan pekerjaan yang sudah ‘mantap dan nyaman’. Demikianlah lingkaran setan berlanjut”
Billi PS Lim, penulis buku Dare to Fail

‘Kenyamanan dan kemapanan’ di tempat kerja belum menjamin untuk mendapatkan seperti yang kita inginkan, misalnya secara materi dan karir. Mayoritas yang bertahan di tempat kerja, meskipun sering mengeluh dan menggerutu karena kurang puas dengan penghasilan ataupun karir, kurang memiliki keberanian untuk keluar dan memulai bisnis sendiri karena selama ini sudah dininibobokan dengan kebiasaan hidup yang berjalan kurang kreatif. Hidup terpola serba teratur bagai 'robot', dengan rutinitas kerja spesialisasi, berangkat pagi – pulang malam. Setelah di kantor, kita sudah terlihat ‘sibuk’ dengan pekerjaan, sehingga tidak sempat menambah wawasan dan pengetahuan. Sesampai di rumah kecapaian dan tidur, sampai esok hari harus berangkat lagi.


Begitulah rutinitas selama bertahun-tahun. Bekerja dianggap hanya sebagai kewajiban, bukan sebagai proses pembelajaran. Akibatnya, kita hanya merasa dapat melakukan apa yang dikerjakan saat ini, seolah-olah di dunia ini tidak ada pilihan lain. Dunia terasa begitu gelap dan pengap. Ibarat orang mau berjalan ketempat yang lebih jauh, kita sudah merasa tidak bisa melihat lagi dalam kegelapan dan  terpaksa hanya  duduk ditempat. Pasrah menerima keadaan. Inilah faktor pertama yang menyebabkan kita begitu takut kehilangan pekerjaan.


Kedua, kita takut kehilangan pekerjaan karena kita merasa telah menghabiskan rupiah sekian ratus ribu bahkan jutaan rupiah untuk bersekolah yang sejak awal diniatkan untuk mendapatkan pekerjaan. Jadi apapun pekerjaan yang diperoleh setelah bersusah payah bersekolah, tidak masalah, meskipun seringkali kita tidak menyukai pekerjaan tersebut. Fokus kita adalah PEKERJAAN, PEKERJAAN dan PEKERJAAN. Barang kali tidak ada kosa kata lain dalam pikiran kita selain  kata PEKERJAAN pada saat itu. Oleh karena itu, sekiranya otak kita dapat secara berangsur-angsur membuang kosa kata PEKERJAAN, maka sebenarnya kita sudah dapat mulai mengalihkan kepada alternatif lain, bahwa hidup ini tidak cukup hanya menjadi pegawai, tetapi dapat bekerja di mana pun, yang penting menghasilkan uang halal dan menyenangkan. Menjadi pegawai bukan berarti sebagai ‘kesalahan besar’, tetapi alangkah bermaknanya hidup ini jika kita dapat memanfaatkan potensi yang ada pada diri kita dengan cara menciptakan pekerjaan dan memberikan peluang rejeki bagi orang lain.


Ketiga, takut kehilangan pekerjaan bisa juga karena ‘trauma’. Mungkin kita telah mengalami ‘kesulitan luar biasa’ saat mendapatkan pekerjaan, atau sekedar mengetahui atau mendengar ‘kesulitan luar biasa’ dari para angkatan kerja yang sedang sibuk mencari kerja. Kita berpikir mengapa harus mengambil risiko yang begitu ‘besar’ dengan meninggalkan pekerjaan yang ada, sementara di depan mata terlihat jelas realitas sulitnya mencari kerja, apalagi harus memulai usaha baru. Bahkan akibat sulitnya mencari kerja dan menguatnya mentalitas pegawai, banyak sarjana yang rela (maaf) menjadi satpam di sebuah perusahaan. Satpam bukanlah pekerjaan tercela, tetapi kalau susah- payah kuliah dan pada akhirnya ‘hanya’ menjadi satpam, patut disayangkan. Pekerjaan sebagai satpam, bisa dikerjakan oleh lulusan SD, SMP dan SMA. Bahkan tidak sekolah pun bisa menjadi satpam yang baik. Kenapa kita tidak memulai bisnis, meski kecil-kecilan yang mungkin kelihatan ‘remeh’ tetapi memiliki prospek lebih baik dan lebih memuliakan diri sendiri?

Keempat, takut kehilangan pekerjaan bisa juga disebabkan karena telah banyak mengeluarkan uang atau ‘biaya’ pelicin saat masuk kerja, terutama yang masuk sebagai pegawai negeri, BUMN dan mungkin di tempat lain. Mengeluarkan ‘biaya pelicin’ ini sudah menjadi rahasia umum. Banyak para calon pegawai rela mengeluarkan uang puluhan juta meskipun dengan risiko uang hilang, tertipu oleh calo tenaga kerja yang katanya sanggup membantu mencarikan pekerjaan.  Ketika sudah bekerja, ‘sikut’ kanan-kiri, jilat atas injak bawah dan ‘tender’ jabatan kerap kali harus dilakukan untuk mendapatkan jabatan lebih tinggi. Lalu kenapa ada yang mau melakukan hal ini, tidak lain karena mengharap ‘uang komisi, fee’ dan lainnya yang bakal mengikuti jabatannya. Akibatnya sering terjadi penyalahgunaan wewenang dan penyimpangan untuk memperkaya diri dan keluarga maupun kelompoknya.


Orang mungkin lupa bahwa dalam teori manajemen perusahaan, kata efisiensi merupakan sebuah kata yang ‘mengerikan’ bagi pegawai. Perusahaan yang dalam usahanya mengalami kerugian atau hanya memperoleh keuntungan relatif ‘kecil’, akan melakukan evaluasi kinerjanya. Ujung-ujungnya berusaha menekan biaya dan meningkatkan tingkat produktivitas pegawainya. Bila hal ini masih belum memberikan hasil yang baik, maka perampingan pegawai merupakan cara mujarab untuk efisiensi. Dengan demikian sebenarnya perusahaan dapat melakukan PHK sewaktu-waktu atas pegawainya.


Ironisnya, bagi perusahaan publik, perampingan pegawai  dengan tujuan efisiensi biasanya ditanggapi positif oleh investor di pasar modal, sementara para pegawainya stress menunggu di PHK. Bila demikian kenapa kita masih takut kehilangan pekerjaan, sementara pekerjaan sewaktu-waktu mengancam kita? Sekiranya kita masih ragu jika kehilangan pekerjaan yang kita rasakan begitu ‘dahsyat’ untuk memulai usaha sendiri, bukankah ketika belum memiliki pekerjaan kita tidak mati kelaparan tanpa pekerjaan? 

Mengapa kita selalu menggunakan kaca mata kuda dalam menilai pekerjaan sehingga menganggap pekerjaan sebagai garansi sementara pekerjaan tidak menggaransi kita? Bukankah masalah rejeki, jodoh dan mati hanya Allah yang mengetahui sehingga kita tidak boleh menggantungkan rejeki hanya pada pekerjaan tertentu? Maka janganlah kita menganggap pekerjaan sebagai garansi. Kita harus ingat dan yakin bahwa kecuali dengan Tuhan, tidak ada hubungan abadi!.

"Teman, pengagum, rekan, kerabat, teman sekolah dan kuliah, pelanggan, tetangga, penasihat, bahkan keluarga dan anak-anak kita, dapat memecat kita"

Anda mungkin mengalami kondisi seperti diatas.

Bosan kerja, tidak berani keluar kerja. Ingin kaya, tapi pada jalur yang salah! Ingin bisnis, takut gagal! Atau masih nyari kerja, gak pernah dapet kerjaan.

Karena itu, anda perlu membaca informasi yang akan saya sampaikan melalui ebook 'Kaya Tanpa Bekerja' berikut ini.

Ebook ini (yang juga pernah diterbitkan oleh Republika, 2004) merupakan refleksi perjalanan hidup saya sejak kuliah hingga bekerja di sebuah Bank BUMN. Pada mulanya saya menganggap apa yang saya rasakan selama itu hanya subyektivitas, sehingga orang lain belum tentu mengalami. Akan tetapi setelah mengamati perlakuan masyarakat terhadap pendidikan dan pekerjaan,  keluhan dari orang sekeliling saya dan beberapa teman pegawai, saya berkeyakinan bahwa apa yang saya alami juga dialami sebagian besar orang, bahkan (mungkin) mayoritas pegawai/karyawan. Bila ditelisik kembali ke belakang, semua permasalahan (keluhan) itu timbul karena suatu keinginan untuk hidup lebih baik, lebih sukses dan lebih kaya, namun hanya mengandalkan sekolah (kuliah) dan selanjutnya menjadi pegawai/karyawan sebagai satu-satunya cara yang dianggap paling ideal. Dengan cara seperti itu persoalan dianggap selesai, sehingga tidak mengherankan jika sebagian besar orang tua berharap anaknya diterima di perguruan tinggi favorit dan kelak setelah lulus dapat pekerjaan layak dan aman serta memberikan jaminan ‘masa depan cerah’.

Kenyataannya tidaklah demikian, karena banyak orang yang pada akhirnya kecewa karena tidak dapat pekerjaan atau kecewa dengan karir maupun keuangan setelah bekerja dengan baik selama bertahun–tahun namun telah menjadi korban dari ketidakadilan sistem manajemen yang buruk atau politik perusahaan. Akibatnya kerja menjadi tidak semangat karena merasa tidak dihargai baik secara materi maupun penghargaan perlakuan yang sewajarnya. Bagi mereka yang memiliki ‘nyali’ kuat dan profesional, akan berusaha berganti-ganti pekerjaan yang (mungkin) lebih baik, sementara yang lain hanya bisa menggerutu atau merenungi nasibnya. Kelompok kedua ini tidak berani keluar dari pekerjaan karena takut lebih ‘sengsara’ atau berbagai pikiran negatif lainnya.

Bagi kelompok pertama, tujuan berganti-ganti pekerjaan diharapkan dapat menyelesaikan masalah karir, menemukan bos yang lebih baik, keuangan yang lebih baik atau bertambah kaya. Padahal akar masalah sesungguhnya bukan pada pekerjaan itu sendiri, tetapi pada kecerdasan finansial yang harus dimiliki setiap orang dan pilihan yang lebih rasional. Sebab pada kenyataannya banyak sekali pekerjaan yang tidak dapat membantu menyelesaikan masalah finansial apalagi membuat orang kaya atau membuat orang terbebas dari tekanan bos maupun perusahaan. Seharusnya kita dapat segera menyadari serta dapat keluar dari permasalahan ini dengan menentukan solusi yang tepat, misalnya dengan membangun bisnis sendiri atau menjadi investor yang berpenghasilan tidak terbatas, daripada hanya berganti-ganti pekerjaan tetapi tetap menjadi pegawai/karyawan dengan penghasilan terbatas berupa gaji bulanan dan tekanan perusahaan.


Melalui ebook ini saya ingin berbagi sedikit ide dan sharing pengalaman kepada teman, sahabat, saudara atau siapapun di manapun berada agar segera menyadari pentingnya masalah ini. Jangan sampai terlambat seperti saya, selama sembilan tahun terlena dengan keamanan pekerjaan dan tidak ada yang mengingatkan. Saya berkeyakinan ebook ini akan sangat tepat dan bermanfaat bagi :

  • Anda yang  akan lulus sekolah atau kuliah dan masih bercita-cita menjadi pegawai, agar mempertimbangkan kembali pilihan itu, apalagi jika tujuan utama anda ingin kaya, maka pegawai bukanlah pilihan ideal.

  • Anda yang saat ini pegawai/karyawan dan sedang melakoni kehidupan yang ‘biasa-biasa’ saja baik karir maupun keuangan sehingga anda menggerutu  dan ingin keluar dari pekerjaan, inilah momen tepat untuk memaknai hidup lebih baik dengan menjadi entrepreneur.

  • Anda yang sudah menjadi entrepreneur tetapi belum berhasil atau anda yang berkeinginan kuat menjadi entrepreneur tetapi sampai saat ini belum dapat mewujudkannya karena berbagai alasan atau hambatan, maka buku ini semakin memacu motivasi dan menambah ‘darah’ baru untuk menjadi entrepreneur sukses.

Ebook ini berisikan informasi yang dibagi dalam bab sebagai berikut:

-------------- SEKOLAH DAN PEKERJAAN -------------

  • Sekolah, Buah Simalakama?
  • Sekolah Saja Belum Cukup
  • Sistem Pendidikan Tentang Uang
  • Berani Tidak Menjadi Pegawai
  • Kegetiran Pegawai

----------------------KAYA Vs BAHAGIA ------------------

  • Kaya, Just Du-It?
  • Berani Kaya
  • Kaya Vs Bahagia
  • Menjadi Pegawai Saja, Tidak Akan Kaya?
  • Pengusaha yang Tetap Miskin

---------------------REVOLUSI HIDUP---------------------

  • Berani Mengambil Keputusan Besar : Hijrah dari Pegawai Menjadi Pengusaha
  • Berani Berpikiran Positif
  • Berani Mimpi
  • Berani Memulai
  • Berani Gagal
  • Berani Sukses

----------------MENJADI ENTREPRENEUR---------------

  • Mitos Entrepreneur
  • Mempersiapkan Diri Menjadi Entrepreneur
  • Merintis Usaha dengan ‘Modal Dengkul’
  • Menemukan Ide Usaha
  • Memulai Usaha

 -----------------------PENSIUN DINI------------------------

    • Keamanan Kerja Versus Kebebasan Finansial
    • Pensiun Dini, Siapa Takut ?

    .

    Rekan, teman, om, tante, kakak, adik, sahabat, dan saudaraku sekalian….

    Perkenalkan, nama saya Safak Muhammad, pebisnis, penulis 4 buku entrepreneurship dan keuangan, 3 buku diantaranya best seller. Saya juga telah menulis 4 ebook yang sudah dibaca ribuan pengunjung di internet.

    Terus terang, saya juga sudah bosan jadi pegawai. Saya juga sudah kenyang dengan jatuh bangun merintis bisnis. Saya sudah pernah merintis bisnis seperti warung bakso, laundry, counter es bubble tea, agen penghemat telepon & listrik, jual beli telepon bekas, hingga transportasi BBM yang modalnya ratusan juta. Sayangnya, semua bisnis itu sudah almarhum alias tutup. Saat itu saya hampir putus asa, karena modal saya habis, usaha bangkrut dan masih menanggung hutang (profil detail kilk disini). Karena itu, saya pun bisa memahami bila anda saat ini juga sudah bosan jadi karyawan, merasa berat (bahkan mungkin putus asa) mengalami gagal bisnis atau karena sampai saat ini tidak bisa memulai bisnis, apalagi dengan alasan tidak memiliki modal sama sekali.

    Oleh karena itu, saya sarankan anda membaca ebook Kaya Tanpa Bekerja ini, mudah-mudahan bisa membantu masalah anda.

    Harga ebook ini relatif murah bila dibandingkan dengan manfaat yang akan anda terima. Ya.... hanya Rp120.000,-, sudah termasuk bonus ebook lainnya.  

    Syaratnya, anda take action, PESAN & BAYAR sekarang juga!

    Selain itu, dengan pesan dan membayar sekarang juga, anda masih mendapatkan keuntungan dan bonus sebagai berikut:

    • GARANSI 200% UANG KEMBALI TANPA DITANYA ALASAN ANDA! Garansi ini berlaku 90 hari sejak transaksi dilakukan. Begitu anda sampaikan kekecewaan anda kepada saya, langsung saya akan mentransfer balik uang anda.
    • Anda berhak mendapatkan informasi lain yang selalu saya up date  dan dapat anda down load setiap saat melalui member area.
    • Kepastian harga, karena harga yang saat ini saya berikan kepada anda bisa saja naik sewaktu-waktu. Jadi dengan membeli sekarang, meskipun nantinya harga naik, anda tetap bisa menikmati seluruh produk informasi ini tanpa diminta lagi untuk membayar
    • BONUS paket ebook Keberkahan Finansial (8 ebook) seharga Rp300.000,- yang terdiri dari:(lihat detail bonus, dan simak komentar beberapa tokoh seperti KH Abdullah Gymnastiar, dan lainnya)
      • Keberkahan Finansial – Cara Mudah Mengelola Keuangan dan Melipatgandakan Kekayaan dengan Kecerdasan Spiritual (Penerbit SolusiQalbu, 2006)
      • ModalBiz – Bagaimana memulai bisnis dengan modal kecil, bahkan tanpa modal sama sekali.
      • Cara Mudah Orang Gajian Menjadi Entreprepreneur (Penerbit MediaSukses, 2005)
      • One Minute Writer - Cara Gampang Menjadi Penulis Best Seller
      • Mengubah Takdir
      • Hidup Tanpa Stress
      • Be Yourself
      • Software Kalkulator Masa Depan – Untuk Merencanakan Masa Depan, Menghitung Kebutuhan Pensiun, Pendidikan Sekolah Anak, dan lainnya

    Sekali lagi, saya yakin, informasi ini sangat berharga buat anda, karena akan 'menyadarkan' anda untuk bangkit dari zona kenyamanan anda, untuk meraih kebebasan finansial.

    JAMINAN 200% UANG KEMBALI bila anda merasa informasi ini tidak bermanfaat & tidak 'menyadarkan' anda untuk take action, mengambil keputusan yang terbaik untuk anda, dalam meraih kebebasan finansial. Untuk JAMINAN 100% UANG KEMBALI ini, saya tidak akan lagi tanya alasan anda. Begitu anda sampaikan kekecewaan anda kepada saya, langsung saya kembalikan uang anda.

    Salam Super Sukses,

     

    Safak Muhammad



 

Syarat dan Ketentuan:

Informasi ini dalam bentuk ebook, yang dapat anda download (unduh) melalui member area dengan user ID dan password yang akan saya sampaikan kepada anda (setelah lunas). Saya tidak mengirim ebook dimaksud melalui email ataupun melalui bentuk lain.

Bagi member yang ingin menjadi Reseller atau ikut memasarkan produk informasi ini, memiliki kemungkinan untuk mendapatkan penghasilan. Namun tidak ada jaminan bahwa member akan mendapatkan jumlah uang tertentu. Semua penghasilan yang anda peroleh tergantung usaha anda.

Bagi member yang merasa tidak puas dengan materi ebook Kaya Tanpa Bekerja dapat meminta uang kembali (garansi 200%), dengan *) Syarat & Ketentuan Berlaku, klik garansi 200%

Harga sewaktu-waktu bisa berubah tanpa pemberitahuan sebelumnya. Bila dalam waktu 3 (tiga) hari sejak pesan (order) anda belum melunasi, maka tidak ada kewajiban saya untuk memberikan bonus kepada anda.

Setiap calon/member yang melakukan order atas produk Kaya Tanpa Bekerja, harus sudah membaca semua info yang tercantum dalam web ini (kami anggap sudah mengerti segala ketentuan yang tercantum dalam web).

 


Copyright © 2008 www.modalbiz.com All rights reserved.

Powered by www.bukubagus.com | NSI